Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan kabar terbaru terkait proses due diligence (uji kelayakan) akuisisi bank miliknya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), BTN Syariah.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan uji kelayakan masih dalam pembahasan internal pihaknya. Sementara itu, sebelumnya BTN menargetkan due diligence dapat selesai di bulan April ini.

Ketika ditanya apakah target tersebut dapat terpenuhi, Harry mengatakan itu bergantung pada pembahasan internal. Ia kemudian menyebut adanya “dinamika di DPR” dalam proses akuisisi ini.

“Kami juga masih dalam pembahasan, artinya kami mengikuti saja. Memang kemarin ada dinamika di DPR juga, seperti itu. Kami hanya mengikuti semua stakeholders,” ujar Harry usai Mini Talk Show Bank Mega Syariah dan BPKH di Masjid Istiqlal, Rabu (3/4/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, DPR RI menyoroti proses BTN Syariah mengakuisisi Bank Muamalat rapat dengar pendapat (RDP) dengan himpunan bank milik negara (himbara). Anggota Komisi VI DPR, M. Husni menyorot sejumlah isu di balik proses akuisisi dalam rangka spin off BTN Syariah.

Di antaranya, ia menyebut bank syariah pertama RI itu sebagai “bank sakit” karena rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di kisaran 12% pada tahun 2017.

Sementara itu, Bank Muamalat juga belum listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah ditargetkan untuk melakukannya pada akhir tahun lalu. Harry mengatakan terlambatnya proses itu karena ada arahan khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Intinya kami mendorong perbankan syariah untuk lebih gampang terbuka dan bagi kita memang, Muamalat termasuk yang kami usahakan listing, ya. Tapi ini kami serahkan ke OJK, karena OJK punya concern tersendiri, jadi kita mengikuti saja. Kan kita menjalankan arahan dari pengawas ya, kira-kira apa yang harus dilakukan dan dilengkapi,” jelasnya.

Harry mengatakan ada surat dari BEI kepada jajaran direksi Bank Muamalat yang memberi arahan khusus terkait proses listing tersebut. Ia mengatakan pihaknya hanya pemegang saham pengendali.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


BTN Mau Akuisisi Muamalat, Begini Perkembangannya


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *