Jakarta, CNBC Indonesia – Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu menjelang hari raya idulfitri. Namun, THR bisa berujung ke hal buruk bila tidak bijak menggunakannya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan. Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, ada baiknya THR digunakan untuk hal yang bermanfaat, seperti investasi.

Berdasarkan data KSEI, jumlah investor di bawah usia 30 tahun cukup besar sekitar 56,29%. Kendati demikian, Friderica yang kerap disapa Kiki menilai, banyak juga anak muda yang cenderung ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO) untuk membelanjakan THR ke barang konsumtif.

“Masih banyak yang justru jadi konsumtif lalu terkena pinjaman online (pinjol). Mereka meminjam yg berlebihan baik pinjol atau buy now pay later (BNPL),” tandas Kiki dalam Konferensi Pers Hasil RDKB OJK, Selasa, (2/4/2024).

Lebih lanjut, agar anak muda tidak masuk dalam skema penipuan keuangan di saat lebaran, Kiki mengingatkan untuk mengikuti prinsip 2L, atau megecek legal dan logis dari jasa keuangan yang dimaksud.

“Legal bisa dikonfirmasi ke contact server OJK, dan logis maksudnya kalau too good to be true mesti hati-hati. Jadi banyak sekali yg mesti dipelajari oleh anak muda,” tuturnya.

Tak sampai situ, Kiki pun mengingatkan akan potensi kredit macet yang membayangi anak muda setelah mengambil kredit konsumtif menjelang lebaran.

“Untuk mereka yang sudah macet, OJK mengimbau konsumen beritikad baik. Ketika ambil harus punya niat mengembalikan pinjaman,” imbau Kiki.

Ia pun mengingatkan bagi debitur yang macet bahwa catatan kreditnya bisa masuk SLIK OJK atau Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil). Sementara untuk industri, ia mengimbau agar menyeleksi nasabah sebelum memberi pinjaman.

Sejauh ini, sejak Januari hingga akhir Maret, terdapat 30 ribu pengaduan yang masuk ke OJK. Dan yang menempati posisi pengaduan tertinggi kedua adalah sektor Fintech P2P lending.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Potret Aktifitas Kontak 157 OJK saat Layani Pengaduan


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *