Jakarta, CNBC Indonesia – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) melaporkan pertumbuhan laba bersih 281% di tahun 2023. Pemicu kenaikan laba di antaranya adalah pertumbuhan premi, manajemen risiko yang baik serta efisiensi operasional.

TUGU berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,32 triliun di 2023. Ini menjadi rekor perolehan laba tertinggi anak usaha Pertamina tersebut sepanjang sejarah sejak berdiri.

Premi bruto perseroan tumbuh 15% secara tahunan dan mencapai Rp 7,7 triliun tahun lalu. Di saat yang sama, beban komisi neto turun 6% sehingga membuat total pendapatan underwriting tetap tumbuh 11% menjadi Rp 2,6 triliun.

Selain pendapatan underwriting yang tumbuh dobel digit, pendapatan investasi perseroan juga meningkat pesat hingga 65% menjadi Rp 580 miliar di 2023. Peningkatan yang signifikan pada pendapatan underwriting serta investasi menyebabkan total pendapatan TUGU secara konsolidasi mencapai Rp 3,6 triliun atau tumbuh 16%.

Sarkia Adelia Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk memberikan catatan terkait kinerja TUGU di 2023. Menurutnya kemampuan TUGU untuk mendorong pertumbuhan premi diakibatkan karena transformasi bisnis perusahaan untuk menyasar segmen non-captive yang prospektif, dengan tetap mempertahankan sektor captive dan optimalisasi melalui transformasi digital. Perlu diketahui bahwa saat ini kontribusi segmen non-captive Perseroan telah mencapai 65%.

“Selain segmen non-captive, TUGU juga mampu mengoptimalkan yield investasi dengan strategi alokasi aset yang tepat di tengah kondisi pasar yang masih cenderung bergejolak. Ini menjadi preseden baik tata kelola & manajemen risiko di sektor asuransi” katanya.

Selain pertumbuhan pendapatan yang ditopang oleh strategi pertumbuhan menyasar segmen non-captive atau di luar ekosistem Pertamina serta manajemen risiko yang prudent, Sarkia juga menggaris-bawahi perihal upaya efisiensi operasional yang dilakukan oleh TUGU.

“TUGU konsisten melakukan manajemen risiko yang terukur lewat reasuransi sehingga loss ratio dapat dikelola di level yang manageable” tambahnya.

Terlebih lagi Sarkia, juga menekankan dari sisi beban operasional dapat dijaga kenaikannya hanya di angka single digit ketika pendapatan tumbuh dobel digit. Ini berarti TUGU secara konsolidasi berhasil meningkatkan produktivitas.

Nurwachidah Research Analyst PT Phintraco Sekuritas melihat bahwa salah satu penopang kenaikan signifikan laba bersih TUGU adalah pendapatan lain-lain yang bersifat satu kali. Lonjakan pendapatan lain-lain diakibatkan karena TUGU menang gugatan atas kasus perdata dengan Citibank Hong Kong yang membuat bank tersebut harus membayar US$ 43 juta ke TUGU.

“Meskipun ada item yang sifatnya one-off gain tetapi jika item tersebut dihilangkan dengan pertumbuhan pendapatan TUGU yang mencapai 16% dan beban usaha hanya naik 5% maka laba TUGU masih tumbuh double digit” terang Nur.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


TUGU Mau Genjot Asuransi Kredit Setelah Aturan Baru Terbit


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *