Jakarta, CNBC Indonesia – Fokus pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terutama di luar Pulau Jawa dan rural area, memberikan dampak positif terhadap industri menara.

Permintaan sewa menara dan fiber optik juga bakal terus bertumbuh seiring rencana operator telekomunikasi dalam memperluas coverage, memperdalam penetrasi pasar dan peningkatan kualitas koneksi internet. Industri operator juga semakin dinamis seiring terjadinya konsolidasi industri.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel pun diprediksi menjadi perusahaan menara yang paling diuntungkan karena sudah lebih dulu ekspansi, baik secara organik alias membangun sendiri, ataupun inorganik dalam bentuk akuisisi menara dan fiber.

Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi MTEL karena perannya dalam mendorong pemerataan akses telekomunikasi ke seluruh pelosok negeri.

Sejauh ini prospek bisnis menara di Indonesia masih sangat menjanjikan, karena berhubungan dengan infrastruktur. MTEL mengalokasikan capex sebesar Rp 5.6 triliun untuk ekspansi menara, penambahan fiber optic dan akuisisi,” kata Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus kepada CNBC Indonesia.com, Senin, (1/4/2024).

Tidak berhenti sampai disana, MTEL ujar Maximilianus juga akan membangun 1.000 menara baru dan 10.000 km fiber optic di tahun 2024 ini. MTEL sendiri memiliki 38.014 menara, yang itu artinya MTEL juga berusaha terus mengembangkan bisnis menara secara massive dan terus meningkatkan tenancy ratio mereka.

“Prospek MTEL di tahun 2024 masih menjanjikan dengan target harga di Rp 850 secara jangka panjang,” terangnya.

Seperti diketahui, tahun 2023 menjadi tahun yang gemilang buat MTEL yang telah sukses menambah 682 menara baru (organik) dan mengakuisisi hampir 2.000 menara, sehingga saat ini memiliki 38.014 menara, yang menjadikan MTEL sebagai perusahaan digital infrastruktur No. 1 di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.

Di bisnis fiber optik, MTEL telah mampu memperluas jaringan fiber optik sepanjang 15.880 km, sehingga totalnya mencapai 32.521 km.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau biasa disapa Teddy, sempat mengungkapkan selama 2023, Perseroan fokus menambah portofolio aset di luar Jawa. Menurutnya, hal tersebut selaras dengan rencana bisnis perusahaan operator seluler yang mengincar ekspansi ke luar Jawa untuk memperluas pasar.

“Di saat yang sama, Kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam keseharian bisnis. Strategi ini bukan hanya membuat bisnis model kami semakin efisien, juga meningkatkan loyalitas pelanggan karena kami mampu menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya, membuat EBITDA Margin kami semakin baik,” kata Teddy beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gibran: Bangun Infrastruktur Tidak Harus Pakai APBN


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *