Jakarta, CNBC Indonesia – Akhirnya, mata uang Garuda menguat pada perdagangan kemarin, Kamis (4/4/2024), semakin menjauhi level Rp16.000/US$.

Namun, pada hari ini, Jumat (5/4/2024) pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi tekanan politik dalam negeri lantaran untuk pertama kalinya akan ada 4 menteri dihadirkan pada sidang sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan kemarin rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sebesar 0,16% ke posisi Rp 15.890/US$.


Rupiah menguat disinyalir karena indeks dolar AS (DXY) mulai melemah, DXY kemarin hingga pukul 15.00 WIB terpantau turun 0,13% ke posisi 104,12. Penurunan DXY menuju pelemahan selama tiga hari beruntun, pada 3 April turun 0,54% dan 0,19% pada 2 April 2024.

Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar menganggap pernyataan Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell sebagai pernyataan yang meyakinkan tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini sambil menunggu pembacaan pasar tenaga kerja AS terbaru.

Powell menyampaikan pernyataan yang seimbang dengan menyatakan bahwa pembuat kebijakan akan dipandu oleh data ekonomi.

Investor berfokus pada pandangannya bahwa angka-angka terbaru tidak mengubah pandangannya secara luas, dan pengingatnya bahwa “sebagian besar peserta FOMC melihat hal ini sebagai hal yang tepat untuk mulai menurunkan suku bunga kebijakan pada suatu saat di tahun ini.”

“Pidato tersebut secara luas menegaskan bahwa The Fed berada di jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunganya tahun ini, dengan data yang menentukan waktunya. Kami pikir pada bulan Juli, (Fed) kemungkinan akan memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mulai menurunkan suku bunganya,” kata analis di ANZ.

Selain itu perlambatan tak terduga dalam pertumbuhan jasa AS juga mendukung penurunan ekspektasi dan membebani dolar karena ekspektasi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tiga bulan lalu.

Kendati begitu, ada tekanan politik dalam negeri yang patut diantisipasi. MK pada hari ini kembali menggelar sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Namun yang spesial, agenda sidang mendengarkan keterangan empat menteri diantaranya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Selain empat menteri tersebut, MK juga akan memanggil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Semua dihadirkan dalam persidangan untuk didengar keterangannya.

Selain itu, hari ini bakal menjadi hari terakhir pasar buka sebelum libur panjang lebaran. Patut diantisipasi jika masih ada potensi aliran dana keluar untuk kebutuhan hari raya, termasuk mudik lebaran.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, melihat rupiah sudah mulai ada penguatan kemarin tren kini berbalik arah menjadi sideways, setelah beberapa melemah.

Tren konsolidasi rupiah bergerak dari rentang support Rp15.870/US$ sampai dengan resistance di Rp15..945/US$. Posisi support didapatkan dari garis rata-rata selama 100 jam atau Moving Average/MA 50. Sementara, untuk resistance didapatkan dari high candle yang sempat diuji pada 2 April lalu.




Pergerakan rupiah. melawan dolar ASFoto: Tradingview
Pergerakan rupiah. melawan dolar AS

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


The Fed Masih Hawkish, Akankah Rupiah Tahan Banting Hari Ini?


(tsn/tsn)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *