Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangani kasus korupsi perusahaan tambang milik negara, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS). Seperti diketahui, kasus tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 271 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga kagum kepada cara kerja tim kejagung yang telah curiga mulai dari aspek tata kelola perusahaan. Kejagung ternyata telah lama berkomunikasi dengan PT Timah. Apalagi, tim penyidik Kejagung juga pernah bekerja di Bangka Belitung yang mengetahui situasi dan kondisi di sana.

“Sehingga ketika teman-teman kejasaan masuk ke PT. Timah, kita langsung, itu teman-teman PT. Timah langsung membuka itu tata kelola yang ada. Dari sana lah teman-teman dari kejaksaan melakukan pengusutan gitu, penyidikan dan sebagainya,” ujarnya di acara CNBC Indonesia, Kamis (4/4).

Arya melanjutkan, karena penelusuran dimulai dari sistem dan tata kelola perusahaan yang ada di PT Timah, maka secara sistematis kasus penambangan ilegal terbuka.

“Sistematik banget gitu, karena mereka yang mereka lihat tata kelola dulu awalnya, itu yang kami lihat teman-teman kejasaan agung ini nggak main-main gitu. Jadi mereka tidak hanya sekedar satu case, satu kasus diambil, ini nggak jadi kasus itu jadi kasus, betul itu bisa dikasus saja nggak. Tapi teman-teman kejasaan itu masuk sistematik banget masuk,” jelasnya.

Arya menyebut, hal tersebut sangat menguntungkan pihak BUMN dan mendukung secara kooperatif tim Kejaksaan Agung.

“Jadi ini bisa kita katakan kerja-kerja teman-teman dari kejaksaan agung ini hebat banget, karena mereka melakukannya dengan membuka secara sistematik, jadi bukan hanya case-case kecil, tapi sistematik banget.

Makanya kalau dibuka, terbuka di pengadilan itu akan terbuka sistematik banget,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Stafsus Erick Thohir Buka Suara Soal Korupsi PT Timah Tbk


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *