Jakarta, CNBC Indonesia- Menilik proyeksi manager aset kelas dunia, Vanguard yang memprediksi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak akan memangkas suku bunganya tahun 2024, Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings, Vishrut Rana menyebutkan hal ini sebagai kunci bagi pertumbuhan ekonomi global mengingat pemangkasan suku bunga The Fed akan memberi arah ekonomi dunia termasuk Indonesia.

Vishrut mengatakan sejumlah faktor akan mempengaruhi kebijakan The Fed, termasuk inflasi yang masih tinggi hingga pergerakan harga minyak dan energi juga akan berdampak ke waktu serta kecepatan penurunan Fed Funds Rate. Di sisi lain, S&P masih memproyeksi The Fed bisa memangkas 75 Bps FFR yang akan dimulai pada H2-2024 di bulan Juni atau Juli.

Di tengah volatilitas ekspektasi pemangkasan suku bunga, pergerakan nilai tukar Asia Pasifik masih menghadapi risiko pelemahan meski secara kinerja pasar masih cukup positif.

Seperti apa S&P memandang arah kebijakan suku bunga The Fed? Bagaimana dampaknya terhadap nilai tukar dan daya Tarik pasar emerging market? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings, Vishrut Rana dalam Power Lunch CNBC Indonesia (Rabu, 27/03/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *