Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama keluarganya, dilaporkan pindah ke bunker milik miliarder AS Simon Falic pada akhir pekan di tengah meningkatnya potensi serangan balasan dari Iran, yang pada akhirnya meluncurkan drone dan rudal terhadap musuh bebuyutannya.

Pada awal perang Israel melawan Hamas setelah serangan 7 Oktober, keluarga Netanyahu pindah ke rumah Falic yang terletak di lingkungan Talpiot di Yerusalem. Mereka berpindah-pindah antara rumah Talpiot dan rumah pribadi mereka di Kaisarea.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, keluarga Netanyahu telah kembali ke rumah mereka di Jalan Gaza di Yerusalem. Namun PM Israel bermalam di rumah Falic, yang dilaporkan memiliki bunker, setelah kekhawatiran akan serangan Iran semakin kuat, lapor outlet berita lokal Walla.

Seorang jurnalis Haaretz adalah orang pertama yang melaporkan bahwa pasangan Netanyahu telah kembali untuk tinggal di vila di Talpiot. Lantas siapa kah Simon Falic?

Profil Simon Falic

Simon Falic adalah seorang pengusaha dan salah satu dari tiga bersaudara yang menjalankan Falic Group, sebuah perusahaan ritel. Falic Group berbasis di Miami, Florida, dan mengoperasikan toko ritel di bandara dan lokasi terkait perjalanan lainnya di seluruh dunia. Perusahaan ini terkenal menjual barang-barang mewah seperti parfum, kosmetik, dan aksesoris fashion.

Dilaporkan dari Aljazeera, Falic memiliki jaringan toko Duty Free Americas. Menurut Investigasi yang dilakukan oleh kantor berita Associated Press menemukan bahwa keluarga tersebut telah menyumbangkan setidaknya $5,6 juta kepada organisasi pemukim di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki selama dekade terakhir, mendanai sinagoga, sekolah dan layanan sosial serta gerakan sayap kanan yang dianggap ekstrem, bahkan di Israel.

Duty Free Americas dipimpin oleh tiga bersaudara Falic: Simon, Jerome dan Leon. Jaringan ini mengoperasikan lebih dari 180 toko di bandara dan penyeberangan perbatasan di AS dan Amerika Latin. Leon Falic mengatakan kepada publikasi perdagangan TRBusiness bahwa perusahaan swasta itu tahun lalu membukukan penjualan lebih dari $1,65 miliar.

Keluarga ini memiliki dua organisasi amal utama, Falic Family Private Foundation yang berbasis di AS dan Segal Foundation di Israel. Selama dekade yang berakhir pada tahun 2017, yayasan asal AS tersebut mendistribusikan sekitar $20 juta ke “berbagai organisasi Yahudi di seluruh dunia”, menurut pengajuan pajak.

Keluarga Falics mendukung kelompok-kelompok Yahudi yang secara diam-diam membeli properti warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, dan mereka membantu mengembangkan pos pemukiman tidak sah di Tepi Barat yang diduduki.

Keluarga tersebut juga mendukung kelompok yang mendorong pendirian “Kuil Ketiga” bagi orang Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem. Disebut oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, ini adalah situs yang paling diperebutkan di kota tua.

Mereka juga telah memberikan lebih banyak uang dibandingkan donor lainnya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seorang pendukung kuat pemukiman, dan telah memberikan donasi kepada para pemimpin partai Likud lainnya.

Simon Falic mengatakan orang-orang Yahudi harus bisa tinggal di mana saja, baik di Israel, Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel, atau Tepi Barat. Dia mengutuk kekerasan dan mengklaim tidak ada kelompok yang dia dukung melakukan tindakan ilegal menurut hukum Israel.

“Kami bangga mendukung organisasi yang membantu mempromosikan kehidupan Yahudi di seluruh tanah Israel,” kata Falic.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Kejutan! Iran Serang Israel, Pasar Saham Berjangka AS Malah Rebound


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *