Jakarta, CNBC Indonesia – Vietnam telah melakukan penyelamatan besar dengan melakukan suntikan dana sebesar US$ 24 miliar atau setara Rp 390 triliun kepada Saigon Joint Stock Commercial Bank (SCB). Ini terjadi setelah bank itu digoyang skandal penipuan raksasa.

Tiga dokumen bank menyebutkan bahwa penyelamatan ini merupakan situasi yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam hal besarnya jumlah suntikan dana, kompleksitas operasi dan besarnya kerusakan yang ada dan potensi kerusakan pada sistem keuangan Vietnam.

“Tanpa pinjaman, SCB akan runtuh. Kalau pemberian pinjaman terus berlanjut, maka kas negara lambat laun akan mengering,” menurut informasi terbaru yang diterima Reuters, Rabu (17/4/2024).

Sementara itu, utang publik Vietnam stabil pada tahun lalu sebesar 37% dari produk domestik bruto, sementara defisit anggaran sedikit melebar menjadi 4,4% dari PDB. Cadangan devisa sekitar US$ 100 miliar pada akhir tahun, menurut bank sentral.

“Pada awal bulan April, bank sentral negara telah menyalurkan US$ 24 miliar dalam bentuk “pinjaman khusus” ke SCB.”

Ulah Skandal Besar-besaran

Suntikan tunai Bank Negara Vietnam kepada SCB berjumlah 5,6% dari output perekonomian tahunan negara tersebut, atau sekitar seperempat dari cadangan devisa Vietnam.

Bank sentral menempatkan SCB di bawah pengawasannya untuk membendung tindakan bank yang dipicu oleh penangkapan taipan real estate Truong My Lan pada Oktober 2022. Sejak itu, SCB telah menggunakan suntikan dana tersebut untuk menutupi penarikan tunai.

Setelah bank sentral turun tangan, simpanan SCB anjlok 80% menjadi sekitar US$ 6 miliar pada Desember 2023, menurut informasi resmi baru dari sumber tersebut.

“SCB bisa saja kehabisan simpanan pada pertengahan tahun dengan kecepatan seperti saat ini, dan kredit macet telah melonjak hingga 97,08% dari saldo kredit SCB pada bulan Oktober,” katanya.

Lan, taipan yang penangkapannya pada Oktober 2022 memicu bangkrutnya bank, dijatuhi hukuman mati pada hari Kamis setelah dinyatakan bersalah mendalangi penipuan tersebut yang diduga menyedot US$ 12,5 miliar (Rp 195 triliun) pinjaman dari SCB ke perusahaan cangkang buatannya.

Penuntutan terhadap penipuan ini merupakan bagian dari kampanye anti korupsi yang dilakukan Hanoi. Negeri Paman Ho menganggap skandal ini memicu krisis real estate, membebani perekonomian, dan mengaburkan prospek perbankan.

Hingga saat ini, Vietnam sedang berupaya untuk menyusun rencana restrukturisasi SCB. Namun rencana itu akan bergantung pada evaluasi aset real estat yang digunakan oleh Lan dan perusahaannya sebagai jaminan atas pinjaman.

Beberapa aset Lan tersebut termasuk properti berharga di distrik kelas atas di Kota Ho Chi Minh. Akan tetapi, sebagian besar merupakan proyek yang belum selesai.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Sederet Jurus BI Amankan Bank dari ‘Kekeringan Uang’


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *