Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait kabar bank syariah terbesar di Abu Dhabi, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) dalam pembicaraan untuk membeli saham minoritas senilai sekitar US$1,1 miliar di bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengaku belum menerima proposal akuisisi tersebut.

“Belum ada proposal akuisisi yang disampaikan ke OJK,” ujar Dian saat dihubungi, Kamis (18/4/2024).

Dia menyebut kabar tersebut mungkin hanyalah rumor pasar saja.

“Mungkin itu hanya rumor saja. Tepatnya market rumour,” kata Dian.

Sementara itu, BSI menolak untuk memberi tanggapan terkait rumor tersebut. Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo mengatakan hal itu merupakan ranah pemegang saham.

“Kami tidak berwenang berkomentar terkait pemberitaan di atas (Reuters), mengingat hal tersebut adalah domain dari pemegang saham,” katanya.

Terpisah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) selaku salah satu pemegang saham pengendali BRIS, menyatakan belum ada komunikasi dengan ADIB.

“Kami tidak ada pembicaraan dengan ADIB,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (18/4/2024).

Adapun struktur pemegang saham BRIS per 31 Maret 2024 terdiri dari, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebanyak 51,47%, BNI Divisi PPA sebanyak 23,24%, dan BRI sebanyak 15,38%.

Sementara itu, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp5,70 triliun sepanjang 2023, tumbuh 33,82% secara tahunan (year on year/yoy).

Kontributor utama penopang kinerja positif BSI sepanjang tahun 2023 di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respon strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi.

Di tengah kabar mengenai aksi korporasi yang melibatkan Abu Dhabi Islamic Bank, saham BRIS hari ini hingga pukul 14.04 WIB naik 3,63% ke level Rp 2.570 dengan kapitalisasi pasar Rp 118,09 triliun. Saham ini telah diperdagangkan sebanyak 35,45 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 91,1 miliar. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Potret Aktifitas Kontak 157 OJK saat Layani Pengaduan


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *