Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Syariah terbesar di Abu Dhabi, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) sedang dalam pembicaraan untuk membeli saham minoritas senilai sekitar US$1,1 miliar di bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Menurut sumber Reuters, transaksi ini bertujuan untuk memasuki pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Potensi akuisisi 15% BSI dari saham Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu opsi yang ADIB sedang pertimbangkan, kata kedua sumber tersebut.

Sumber yang mengetahui masalah ini menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

ADIB mengatakan setelah publikasi laporan Reuters bahwa mereka “menyangkal keras” terlibat dalam negosiasi apa pun untuk mengakuisisi saham di BSI. Sebelum dipublikasikan, mereka menolak berkomentar.

Saham ADIB berakhir turun 5,7% pada hari Rabu, (17/4/2024) setelah laporan tersebut.

Terkait hal tersebut, BSI menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham. 

“Yang bisa kami sampaikan adalah informasi di atas ada pada pemegang saham kami,” kata Sekretaris Perusahaan BSI Gunawan Arif Hartoyo dalam keterangannya saat ditanya apakah ADIB sedang berdiskusi untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi di BSI atau membeli 15% saham BRIS yang dimiliki BRI.

Pembicaraan dan pertimbangan masih dalam tahap awal dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai, kata sumber tersebut.

Asia Tenggara, wilayah yang terdiri dari 11 negara dengan populasi lebih dari setengah miliar jiwa, merupakan pasar perbankan syariah yang berkembang pesat. Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di kawasan ini, memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di dunia.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Januari 2024 aset bank syariah mencapai Rp 585,5 triliun, naik 12,41% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan aset bank syariah terbilang lebih kencang dibandingkan dengan bank konvensional. Akan tetapi masih belum mampu membawa mereka menguasai lebih dari 10% pangsa pasar perbankan di Indonesia. 

BSI tercatat menjadi satu motor penggerak aset bank syariah di Indonesia. Per 31 Desember 2023, BSI melaporkan aset Rp 354 triliun, naik 15,67% yoy. 

Sementara itu BSI telah memperluas kehadirannya di Timur Tengah dengan membuka kantor perwakilan di Dubai International Financial Center pada awal Januari 2022 dan memperoleh persetujuan pada Agustus tahun lalu untuk menjadi cabang penuh.

Bank tersebut, yang sebagian besar nasabahnya adalah jemaah haji dan umrah dari Indonesia, berencana membuka cabang di Arab Saudi kedepannya, menurut situs webnya.

Seperti diketahui, BSI didirikan pada tahun 2021 dengan menggabungkan PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah dan PT BRI Syariah Tbk dengan tujuan membentuk 10 bank syariah global teratas, situs webnya menunjukkan.

Sementara ADIB, yang memiliki aset senilai 192,8 miliar dirham (US$52,51 miliar) pada akhir Desember tahun lalu, memiliki kehadiran di luar negeri di negara-negara termasuk Arab Saudi, Inggris, dan Mesir, menurut situs webnya.

Jika kesepakatan ini terwujud, hal ini dapat menghasilkan salah satu transaksi perbankan terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Cabang BSI Mulai Buka Layanan Weekend Banking


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *