Jakarta, CNBC Indonesia – Pengusaha miliarder Iran Babak Zanjani divonis hukuman mati setelah terlilit kasus korupsi penggelapan minyak di Iran 2016 lalu. Kisahnya pun menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu.

Terbaru, mengutip kantor berita Iran International, Zanjani berkesemapatan untuk dibebaskan, karena pengadilan telah mengonfirmasi bahwa asetnya di luar negeri telah dialihkan ke negara tersebut untuk melunasi utangnya.

Awal pekan ini, pengacaranya, Rasoul Kouhpayehzadeh, memohon pembebasannya mengingat pengungkapan baru-baru ini oleh Pengadilan, yang menyatakan bahwa aset Zanjani di luar negeri telah dipindahkan ke Teheran untuk mengimbangi utang dan kewajibannya.

Zanjani adalah orang dalam rezim yang pernah dipuji sebagai orang terkaya di Iran, ditugaskan mengekspor minyak untuk menghindari sanksi internasional pada awal tahun 2010 ketika Mahmoud Ahmadinejad menjadi presiden. Dia gagal membayar kembali sekitar US$3 miliar atau sekitar Rp48,64 triliun.

Zanjani ditangkap dan dihukum pada tahun 2013 setelah Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden. Kaki tangannya di pemerintahan tidak pernah diidentifikasi. Tanpa dukungan orang dalam, dia tidak mungkin menggelapkan uang sebanyak itu.

Kronologi Vonis Mati Zanjani

Melnasir BBC, Dia ditangkap pada bulan Desember 2013. Ia dihukum karena penipuan dan kejahatan ekonomi, kata juru bicara pengadilan pada konferensi pers.

Zanjani dimasukkan dalam daftar hitam AS dan UE karena membantu Iran menghindari sanksi minyak. Dua orang lainnya dijatuhi hukuman mati bersama dia dan semuanya diperintahkan untuk membayar kembali dana yang digelapkan. Keputusan tersebut dapat diajukan banding.

Zohreh Rezalee, pengacara Zanjani, mengatakan kepada BBC bahwa putusan tersebut bermotif politik dan akan diajukan banding.

“Kami meyakini Babak Zanjani dalam kasus ini hanyalah debitur,” kata kuasa hukumnya.

Zanjani mengakui menggunakan jaringan perusahaan di Uni Emirat Arab, Turki, dan Malaysia untuk menjual jutaan barel minyak Iran atas nama pemerintah sejak tahun 2010.

Sebelum penangkapannya, Zanjani berpendapat bahwa sanksi internasional menghalanginya untuk menyerahkan $1,2 miliar yang masih terutang kepada pemerintah.

Namun pada persidangannya baru-baru ini, jaksa penuntut mengatakan ia masih berutang kepada pemerintah lebih dari $2,7 miliar dalam bentuk pendapatan minyak.

Dia ditahan sehari setelah Presiden Hassan Rouhani memerintahkan pemerintahannya untuk memberantas “korupsi keuangan”, khususnya “tokoh-tokoh istimewa” yang telah “memanfaatkan sanksi ekonomi” di bawah pemerintahan sebelumnya.

Persidangan tersebut, tidak seperti biasanya, diadakan di depan umum, lapor kantor berita AFP.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada tahun 2013, Zanjani mengecilkan koneksi politiknya di Iran, dengan mengatakan: “Saya tidak melakukan apa pun yang bersifat politik, saya hanya melakukan bisnis.”

Zanjani mengatakan kekayaannya sekitar $13,5 miliar.

Selama bertahun-tahun segalanya berjalan baik bagi pengusaha yang muncul dalam foto bersama beberapa pejabat tinggi dan tidak segan-segan memamerkan kekayaannya, seperti jet pribadi dan mobil mewah, Amir Azimi dari BBC Persia melaporkan.

Namun ketika media lokal mulai memberitakan kekayaannya, dia menjadi sorotan dan dicurigai.

Hukuman mati dapat mempunyai dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Iran, dimana banyak pihak yang terlibat dalam mencari cara untuk menghindari sanksi, analis kami menambahkan.

Sanksi internasional terhadap Iran dicabut pada bulan Januari setelah badan pengawas mengkonfirmasi bahwa negara tersebut telah mematuhi kesepakatan yang dirancang untuk mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

Menteri Perminyakan Bijan Zanganeh telah mendesak investor asing untuk menghindari perantara, yang ia sebut sebagai “parasit korup”. Orang kaya lainnya telah dieksekusi setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan serupa.

Pada Mei 2014, pengusaha Mahafarid Amir-Khosravi digantung setelah dinyatakan bersalah menggelapkan miliaran dolar.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Dia 5 Raja Tambang Batu Bara di RI, Hartanya ‘Unlimited’


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *