Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto terpantau melemah hari ini (18/4/2024) didorong oleh tiga faktor eksternal.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Kamis (18/4/2024) pukul 05:55 WIB, pasar kripto terpantau melemah. Bitcoin turun 3,36% ke US$61.595,67 dan secara mingguan berada di zona negatif 12,83%.

Ethereum berada di zona merah 2,9% dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan mengalami depresiasi 15,26%

XRP turun tipis 0,08% secara harian dan secara mingguan mengalami anjlok 19,64%.

Sementara Dogecoin mengalami depresiasi 5,29% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir ambles 25,78%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 3,36% ke angka 2.415,37. Open interest terdepresiasi 1,34% di angka US$55,19 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 60 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dilansir dari coindesk.com, penurunan pasar kripto khususnya bitcoin telah terjadi beberapa hari terakhir setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan yang signifikan.

Koreksi yang terjadi pada bitcoin menunjukkan bahwa pelemahan pasar dapat berlanjut untuk sementara waktu karena investor besar belum mulai membeli penurunan pada harga saat ini, Joel Kruger, ahli strategi pasar di LMAX Group.

“Data blockchain terbaru menunjukkan pemegang besar bitcoin menahan peningkatan eksposur terhadap penurunan saat ini, yang menunjukkan kita masih bisa melihat beberapa pelemahan atau konsolidasi sebelum bitcoin siap untuk kembali naik,” kata Kruger.

Level teknis penting yang harus diperhatikan untuk BTC adalah US$59.000, mengacu pada zona support signifikan di mana harga rebound dua kali sepanjang bulan Maret, tambahnya.

“Jika bitcoin dapat bertahan di atas level ini, maka fokusnya akan tetap tertuju pada dorongan berikutnya ke rekor tertinggi baru dan menuju US$100.000,” kata Kruger.

“Jika di sisi lain kita melihat lebih banyak tekanan turun yang berarti penembusan di bawah US$59.000, hal ini akan menunda prospek bullish jangka pendek dan membuka kemungkinan koreksi yang lebih berarti ke area US$45.0000-50.000.”

Beberapa faktor eksternal yang melemahkan harga kripto belakangan ini yakni data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terpantau kuat, baik dari sisi retail sales hingga inflasi yang memanas, konflik timur tengah antara Iran dan Israel, hingga dana yang diperdagangkan di bursa AS (ETF bitcoin spot) dan ETF ethereum spot yang disetujui di Hong kong namun tampaknya investor China kemungkinan tidak akan diizinkan untuk membeli ETF tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Investor Kripto Bingung Gegara Ini! Harga Kripto Turun


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *