Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (19/4/2024). Mengutip Refinitiv pada Jumat (19/4/2024) pada pukul 13.00 WIB, mata uang rupiah menyentuh Rp16.280 per dolar AS atau melemah 0,68%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 0,28% pada Kamis (18/4/2024).

Mata uang Garuda hari ini ambruk karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi pasar yang mulai pudar akan pemangkasan suku bunga bank sentral The Federal Reserve (The Fed).



Israel meluncurkan rudal sebagai serangan balasan terhadap Iran pada Jumat (19/4/2024) dini hari. Hal itu diungkap pejabat senior AS kepada ABC News.

Peluncuran rudal tersebut menyusul serangan Iran pada Sabtu lalu, di mana negara tersebut mengirimkan lebih dari 300 drone dan rudal tanpa awak ke sasaran di seluruh negeri. Semua kecuali beberapa dicegat oleh Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, kata para pejabat.

Sementara itu, sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, terletak di barat laut kota Isfahan, menurut kantor berita semi-resmi Iran FARS, mengutip sumber-sumber lokal.

Selain konflik Israel, rupiah juga melemah karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS melemah. Sebagai informasi, saat ini ekspektasi pelaku pasar perihal pemangkasan suku bunga mulai bergeser.

Pada akhir 2023, pasar memiliki proyeksi penurunan suku bunga terjadi pada Maret 2024. Kemudian bergeser menjadi April dan hingga saat ini bergeser ke September 2024, bahkan mungkin hanya sekali saja pada akhir tahun.

Chairman The Fed Jerome Powell pada Selasa mengindikasikan tingkat kebijakan saat ini kemungkinan besar akan tetap berlaku sampai inflasi mendekati target 2%.

“Data terbaru jelas tidak memberikan kita kepercayaan yang lebih besar, dan malah menunjukkan bahwa kemungkinan akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk mencapai kepercayaan tersebut,” katanya dalam forum bank sentral, dikutip dari Reuters.

Inflasi AS melonjak 3,5% (year on year/yoy) pada Maret 2024, dibandingkan 3,2% pada Februari 2024.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Bukan Dolar Yang Menguat Kencang, Ini Sebab Rupiah Anjlok Dalam


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *