Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyalurkan kredit senilai Rp 835,7 triliun per kuartal I 2024, naik 17,1% secara tahunan (yoy). 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa satu penopang pertumbuhan adalah segmen korporasi yang naik 22,1% yoy menjadi Rp 389,2 triliun. Kemudian diikuti oleh kredit komersial yang naik 9,3% yoy menjadi Rp 125,2 triliun. 

Jahja mengatakan bahwa BCA melihat kepercayaan diri masyarakat untuk meningkatkan konsumsi, khusnya pada periode Idulfitri. “Hingga akhir Maret aplikasi KPR dan KKB di BCA Expoversary lebih dari Rp 30 triliun, diharapkan akan terus bertambah. Kami optimis bisa jaga hingga akhir taun sejalan prospek ekonomi,” katanya, Senin (22/4/2024).

Adapun kredit konsumer secara keseluruhan tumbuh 9,3% yoy menjadi Rp 21,6 triliun, ditopang oleh KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB). 

Pada periode yang sama, penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan tumbuh 9,1% yoy, menyentuh Rp 197,4 triliun atau 23,5% dari total portofolio pembiayaan.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti oleh kualitas kredit yang membaik. Kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR) pada kuartal I turun menjadi 6,6% dari sebelumnya 9,8%. Kemudian rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) sebesar 1,9%. 

BCA telah mencadangkan NPL dan LAR, masing-masing 220,3% dan 71,9%. 

Sementara itu, BCA melaporkan laba bersih konsolidasi senilai Rp 12,9 triliun sepanjang kuartal I 2024. Catatan laba tersebut naik 11,7 % yoy.

Hal ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income Rp 19,8 triliun, naik 7,1% yoy. Selain itu pendapatan non-bunga naik 6,8% yoy menjadi Rp 6,4 triliun. Secara total pendapatan operasional Rp 26,2 triliun, naik 7% yoy pada kuartal I/2024. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Korporasi Tahan Diri Jelang Pemilu, BCA Bidik Kredit Naik 11%


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *