Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan hasil uji ketahanan atau stress test terhadap kondisi perbankan di Indonesia, ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah beberapa hari lalu, bahkan sempat bergerak di kisaran atas Rp 16.250 per dolar AS.

Stress test yang rutin OJK lakukan terhadap perbankan nasiobal itu dilakukan dengan menggunakan beberapa variabel skenario makroekonomi dan mempertimbangkan faktor risiko utama yaitu risiko kredit dan risiko pasar.

Berdasarkan hasil uji ketahanan (stress test) yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank, terutama karena posisi devisa neto (PDN) perbankan RI masih jauh di bawah threshold dan secara umum dalam posisi PDN “long” atau aset valas lebih besar dari kewajiban valas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa saat ini perbankan Tanah Air memiliki bantalan yang mumpuni. Terlihat dari rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang tinggi, sehingga mampu menyerap fluktuasi nilai tukar rupiah maupun suku bunga yang masih bertahan pada level yang realtif tinggi.

Selain itu porsi dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing (valas) saat ini sekitar 15% dari total DPK perbankan. Hingga akhir Maret 2024, DPK valas masih tumbuh cukup baik secara tahunan (yoy) maupun dibandingkan dengan awal tahun 2024 (ytd).

OJK pun meminta bank untuk selalu melakukan pemantauan terkait potensi dampak transmisi dari perkembangan perekonomian global dan domestik terhadap kondisi bank dan melakukan langkah mitigasi yang diperlukan.

Koordinasi dengan Anggota KSSK juga terus dilakukan disertai komitmen untuk terus mengeluarkan kebijakan yang dibutuhkan secara tepat guna dan tepat waktu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Daftar 3 Mata Uang Terbaik Dunia, Ada Rupiah?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *