Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami penurunan jelang pengumuman hasil kinerja kuartal I-2024 pada 29 April 2024 mendatang. Dalam sepekan, saham GOTO sudah merosot 11,76%, sementara jika ditarik sebulan ke belakang, penurunannya mencapai 14,29%. Lebih lanjut, secara year to date (ytd) koreksinya menyentuh angka 30,23%.

Sejatinya, penurunan saham GOTO sudah terjadi sejak rilis laporan keuangan tahunan 2023. Kendati begitu, ada sejumlah perbaikan kinerja sepanjang 2023 dan prospek peningkatan pendapatan setelah TikTok masuk.

Sejak pembukaan perdagangan pasar, Rabu (20/3/2024) harga saham GOTO langsung dibuka gap down, setelah menyentuh resistance di 74 yang bertepatan dengan garis moving average/MA20.

Bahkan, harga saham GOTO melanjutkan penurunan dan telah menembus posisi support terdekat di 63 yang didapatkan dari low candle 4 Maret 2023 lalu. Jika ini tertembus, tren turun masih berlanjut dan potensi menguji support selanjutnya di level psikologis 50.

Penurunan saham GOTO ditengarai juga dipengaruhi oleh hasil kinerja sepanjang 2023 yang baru saja diumumkan.

Sementara pada perdagangan hari ini, Senin (22/4/2024), saham GOTO dibuka menguat tipis 1 poin ke angka Rp60 per saham.

Seperti diketahui. GOTO masih membukukan kerugian total Rp 90,5 triliun sepanjang 2023. Dalam laporan keuangan terakhirnya, kerugian itu dipicu pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai Rp 78,8 triliun yang diwajibkan standar akuntansi keuangan.

Menurut keterangan resminya, hal ini merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia per 1 Februari 2024.

Sebelumnya, CEO GoTo Patrick Walujo mengatakan keputusan menjual Tokopedia ke ByteDance yang merupakan induk TikTok harus diambil agar perusahaan bisa bertahan.

“Banyak orang yang tidak paham apa yang saya hadapi ketika itu. Itu adalah pilihan antara bertahan hidup atau mati. Memang kematiannya bakal perlahan tetapi pasti,” kata dia dalam acara Dealstreet Asia Indonesia PE/VC Summit, pada Januari 2024.

Kendati begitu, ada sejumlah perbaikan kinerja GOTO seperti EBITDA adjusted mencetak nilai positif dan berhasil melampaui target perseroan.

EBITDA adjusted pada triwulan akhir 2023 GOTO berhasil tercatat positif senilai Rp 77 miliar, turnaround dari kuartal IV/2022 yang merugi Rp 3,1 triliun. Penyesuaian EBITDA positif ini menandai perbaikan delapan bulan beruntun.

EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 12 bulan 2023 juga melampaui target perusahaan menjadi -Rp3,7 triliun, seiring dengan kerugian perusahaan yang membaik 77%.

Pendapatan bruto juga tumbuh positif, 3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp24,26 triliun.

Penopang utama masih dari segmen on demand service sebanyak Rp12 triliun, dengan pertumbuhan positif 4%. Segmen fintech memimpin pertumbuhan, mencapai 15% dalam setahun. Kemudian diikuti segmen e-commerce dan logistic, masing-masing 11% yoy dan 7% yoy.

Perusahaan juga terpantau melakukan efisiensi, dengan menghemat biaya insentif dan pemasaran hingga 38% yoy untuk keseluruhan 2023. Secara nilai, perusahaan menghemat biaya sebanyak Rp9 triliun.

Biaya kas operasional rutin (cash recurring fixed costs) pada kuartal 4/2023 juga turun 39% yoy, sehingga berdampak pada perbaikan pada rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp12,3 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Alasan William Jual Sedikit Saham GOTO: Buat Bayar Kredit


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *