Jakarta, CNBC Indonesia – PT Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) mengumumkan rencana pembelian kembali atau Buyback 189 juta sahamnya. Untuk itu, perseroan mempersiapkan kocek senilai maksimal Rp 63,1 miliar.

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian kembali saham ini direncanakan dilakukan dalam waktu paling lama 12 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan pada tanggal 25 April 2024.

Perusahaan memperkirakan biaya yang diperlukan untuk pembelian kembali saham mencapai maksimal Rp63.1 miliar. termasuk biaya transaksi, biaya perdagangan, dan biaya lainnya terkait rencana pembelian kembali saham.

Manajemen berniat untuk membeli kembali sebanyak 189.178.464 lembar saham AMAG. Adapun total nilai nominalnya mencapai Rp18.9 miliar.

“Pembelian kembali saham tersebut telah rampung beserta 48.015.600 lembar saham, berarti perseroan telah membeli kembali sebanyak 237.194.064 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp23.719.406.400 atau sebanyak-banyaknya 4,74% dari seluruh jumlah modal ditempatkan dan disetor,” sebagaimana tertera pada keterbukaan informasi tersebut.

Sebelumnya, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) buka suara soal rencana pembelian kembali sahamnya (buyback) yang dikhawatirkan bisa mengganggu nilai saham free float alias saham publik AMAG.

Sebelumnya diketahui AMAG berencana melakukan pembelian kembali saham 237.194.064 saham atau maksimum 4,74%. BEI pun bersuara terkait hal ini.

“Merujuk kepada Peraturan OJK No 29 Tahun 2023 Pasal 14 dinyatakan bahwa Perusahaan Terbuka yang sahamnya dicatatkan membeli kembali sahamnya, jika akan mengakibatkan berkurangnya saham pada suatu tingkat tertentu yang mengurangi signifikan likuiditas saham di Bursa Efek. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon konfirmasi alasan rencana pembelian kembali saham Perseroan mengingat hal itu dapat melanggar ketentuan Peraturan OJK,” ungkap BEI.

Merespon perihal itu, Pankaj Oberoi, Presiden Direktur AMAG mengatakan, rencana tersebut bukanlah rencana baru, melainkan merupakan kelanjutan dari rencana sebelumnya. Hal ini telah diumumkan sebelumnya berdasarkan keterbukaan informasi pada tanggal 19 Maret 2024.

Oberoi juga menekankan bahwa AMAG saat ini tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Papan Pengembangan. Selain itu, data menunjukkan bahwa persentase saham masyarakat AMAG masih memenuhi ketentuan minimal yang dipersyaratkan, yaitu setidaknya 7,5% dari jumlah saham tercatat.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Tak Kuat Modal, 10 Asuransi Tak Lanjutkan Usaha Syariah


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *