Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengatakan Antonius NS Kosasih sudah berstatus tersangka pada kasus dugaan korupsi di PT Taspen (Persero). 

“Tadi juga salah satu (pihak) dipanggil, tersangkanya,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Asep menyebut status tersebut ketika ditanya mengenai hasil pemeriksaan terhadap eks Dirut Taspen tersebut. Sebagai catatan, dari pantauan di lapangan, dia satu-satunya orang yang dipanggil terkait dugaan korupsi di Taspen.

Sebelumnya, Menteri BUMN ErickThohir telah menonaktifkanKosasih dari jabatannya sebagai dirutTaspen. Erick mengatakah pihaknya menghormati proses hukum, termasuk yang sedang berlaku terhadap kasus korupsi di PT Taspen. 

“Kami terus mendorong nilai-nilai BUMN yang profesional dan transparan,” ujar Erick.

Adapun sebagai informasi, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih lahir di Jakarta pada 12 Juli 1970. Sebelum menjabat Dirut Taspen, ANS Kosasih sempat menduduki sejumlah jabatan mentereng. Jebolan Sarjana S1 Ekonomi Universitas Gadjah Mada itu pernah menjabat PT Inhutani (Persero) dengan posisi sebagai CFO. Kemudian dipercaya menjadi Presiden Direktur merangkap Direktur SDM dan Umum PT Transportasi Jakarta pada 2014-2016.

Antonius kemudian menjabat Komisaris Utama PT WIKA Realty (2016 – 2017) dan Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (2016 – 2019). Sebelum jabatannya dinaikkan pada pucuk tertinggi, ANS Kosasih sempat menduduki posisi direktur investasi di PT Taspen. Kosasih akhirnya berhasil mencapai pucuk pimpinan menjadi Dirut Taspen pada 2020 menggantikan Iqbal Lantaro.

Kosasih terakhir melaporkan harta kekayaan pada 31 Maret 2023, untuk tahun periodik 2022. Dia tercatat memiliki harta Rp 47,08 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun 2020, hartanya bertambah Rp 7,68 miliar. 

Dalam LHKPN 2020, tanah dan bangunan milik ANS Kosasih senilai Rp 15,75 miliar dan dalam laporan terbaru 2022 Rp 19,83 miliar. Mobil milik ANS Kosasih juga bertambah banyak pada periode 2020-2023.

Pada LHKPN 2020, dia hanya melaporkan Mitsubishi Pajero Sport 2014 senilai Rp 300 juta. Pada laporan terbaru koleksi mobilnya bertambah Honda CRV 2020 Rp 488 juta dan Honda CRV 2022 Rp 659 juta, sehingga total nilai alat transportasi miliknya menjadi Rp 1,45 miliar.

Kemudian, kas dan setara kas ANS Kosasih juga naik sepanjang menjabat sebagai pimpinan tertinggi Taspen. Pada LHKPN 2020, kas dan setara kas yang dilaporkan senilai Rp 15,54 miliar, sedangkan pada 2022 Rp 16,36 miliar.

Sejak 2020 hingga 2022, ANS Kosasih melaporkan tidak memiliki utang dan juga harta kekayaan dalam bentuk surat berharga.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Diduga Korupsi Uang Pensiun PNS, Segini Harta Dirut Taspen ANS Kosasih


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *