Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring penantian data ekonomi dari negeri Paman Sam.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,09% di angka Rp16.090/US$ kemarin, Selasa (14/5/2024). Pelemahan rupiah ini melanjutkan tren depresiasi yang terjadi hari sebelumnya sebesar 0,22%.


Tekanan masih potensi terjadi terhadap rupiah akibat data ekonomi AS khususnya inflasi produsen (PPI) masih panas. Kemudian, pada hari ini pelaku pasar masih akan wait and see rilis data inflasi konsumen AS.

Inflasi harga produsen di AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada April 2024, didorong oleh kenaikan tajam dalam biaya jasa dan barang, menunjukkan bahwa inflasi tetap tinggi di awal kuartal kedua. Indeks harga produsen (PPI) naik 0,5% periode April setelah turun sebesar 0,1% pada Maret, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja pada hari Selasa.

Secara tahunan (year on year/yoy), PPI meningkat 2,2% pada April dari 1,8% pada Maret 2024.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PPI akan naik 0,3%. Secara tahunan, PPI meningkat 2,2% lebih tinggi dibanding periode Maret sebesar 1,8%.

Setelah PPI, AS akan mengumumkan data inflasi April 2024 pada nanti Rabu malam (15/5/2024). Sebagai catatan, inflasi AS menembus 3,5% (yoy) pada Maret 2024. Jika inflasi masih panas maka pemangkasan suku bunga semakin lama.

Selain itu, investor juga menunggu pernyataan Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell yang akan disampaikan pada pada acara Annual General Meeting, Foreign Bankers’ Association, Amsterdam. Publik menunggu apakah Powell akan memberi sinyal kebijakan ke depan.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal, meski rupiah melemah pada kemarin, dalam basis waktu per jam tren masih bergerak terkonsolidasi.

Jika tekanan pelemahan masih berlanjut maka posisi terdekat yang bisa diuji ada di resistance Rp16.180/US$ yang diambil dari low candle intraday pada 3 Mei 2024, sebelum terjadi gap down.

Sementara untuk support ada di Rp16.035/US$ yang diambil dari garis lurus berdasarkan low candle intraday pada 8 Mei 2024. Ini menjadi area yang patut diperhatikan pelaku pasar jika ada potensi pembalikan arah menguat.




Pergerakan rupiah melawan dolar ASFoto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Rupiah Anjlok, Tembus Rp16 Ribu Per Dolar AS


(tsn/tsn)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *